Menakjubkan, Wanita Ini Memiliki 4 Aksen Setelah Alami Kesulitan Berbicara

Menakjubkan, wanita ini memiliki 4 aksen setelah alami kesulitan berbicara! Bicara merupakan sebuah kegiatan yang biasa dilakukan oleh semua orang untuk bisa berkomunikasi. Jika kamu perhatikan, setiap orang akan berbicara dengan bahasa berbeda dan aksen berbeda sesuai dengan tempat tinggal mereka sendiri.

Namun, bagaimana jadinya jika seseorang kesulitan dalam berbicara? Tentunya, hal tersebut akan membuat komunikasi menjadi terhambat, sehingga membutuhkan pemahaman bahasa isyarat yang biasa dilakukan dengan pergerakan tangan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa melakukan hal ini, dikarenakan pemahaman yang masih kurang terhadap bahasa isyarat.

Ada seorang wanita bernama Emily Egan yang berasal dari Essex, negara Inggris mengalami kesulitan dalam berbicara selama 2 bulan. Kejadian ini terjadi pada awal bulan Januari lalu, saat kondisi yang misterius membuatnya kehilangan berkomunikasi dengan mudah.

Wanita 31 tahun ini awalnya mengeluh mengalami sakit di bagian kepalanya selama dua minggu, sampai akhirnya suara yang keluar dari mulutnya berubah drastis. Emily Egan dikenal memiliki suara yang lantang, jelas dan khas wanita Essex, dimana setiap orang yang mendengar suaranya akan langsung mengetahui bahwa itu Emily, tanpa melihat wujudnya.

Awal pertama suaranya berubah adalah ketika ia sedang melakukan pidato di rumah anak-anak yang ia kelola. Suaranya tampak berbeda dan berubah menjadi lambat serta cadel, dimana ciri-ciri tersebut merupakan indikasi terjadinya stroke. Setelah kejadian tersebut, Emily Egan mendadak kehilangan suara sepenuhnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Saat itu, Emily melakukan beragam test dan dokter yang memeriksa menyatakan bahwa hilangnya suara wanita tersebut dikarenakan adanya cedera di otak. Tiga minggu berlalu, Emily masih belum menemukan suaranya sampai akhirnya ia keluar dari rumah sakit, serta mengandalkan komunikasi dengan bantuan bahasa isyarat atau pengubah teks dari smartphone miliknya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan suaranya belum pulih kembali, sehingga banyak yang menyarankan ia untuk segera pergi ke seorang ahli saraf. Ketika tiba disana, ahli saraf tersebut segera menyarankan Emily untuk berlibur beberapa minggu ke Thailand besera rekan-rekan yang ia miliki.  Tentu saja tujuannya adalah untuk membuat otaknya sesantai mungkin dan berharap suaranya bisa kembali setelah melakukan liburan tersebut.

Uniknya, setelah melakukan liburan ke Thailand, suara Emily berhasil di kembalikan, namun ada yang aneh saat ia berbicara. Kini, Emily memiliki aksen bahasa asing yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Bahkan, ia bisa menguasai aksen orang Eropa, Prancis, Italia sampai ke aksen Polandia.

Kemampuan menguasai aksen bahasa asing tersebut tentu saja membuat semua orang terkejut, bahkan Emily sendiri. Ia tidak mengetahui alasan dibalik itu semua, sampai akhirnya di bulan Maret 2020, Emily resmi didiagnosis memiliki sebuah sindrom langka, yaitu Sindrom yang melibatkan kemampuan aksen bahasa asing tanpa mesti belajar dan mendengar sebelumnya.

Perubahan aksen yang mendadak tersebut seringkali membuat ia di diskriminasi oleh orang-orang di sekitarnya, karena di sebut sebagai imigran. Ia juga sudah sering melakukan terapi wicara, tetapi aksen yang ia miliki sekarang kemungkinan bisa bertahan lama bahkan untuk selamanya.

Kisah ini memang terdengar unik, sebab seseorang yang mampu memiliki aksen sampai 4 bahasa tanpa belajar terlebih dahulu adalah sebuah anugerah sekaligus petaka. Bahkan, Emily sendiri sempat dikabarkan cuti dari tempatnya bekerja, karena stress dan hal tersebut bisa mempengaruhi kondisinya menjadi lebih buruk.   

Tinggalkan komentar